Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan

SKKD FISIKA SMA

Rating: 4.5

SKKD FISIKA SMA

Fisika SMA
Kelas X, Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1.  Menerapkan  konsep  besaran fisika dan pengukurannya
1.1  Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu)1.2  Melakukan penjumlahan vektor
2. Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik
2.1  Menganalisis besaran fisika pada gerak  dengan kecepatan dan percepatan konstan2.2  Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan
2.3  Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus, gerak vertikal, dan gerak melingkar beraturan
Kelas X,  Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
3.  Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik
3.1  Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif3.2  Menerapkan alat-alat optik dalam  kehidupan sehari-hari
4.  Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi
4.1  Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat4.2  Menganalisis cara perpindahan kalor4.3  Menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah
5.  Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi
5.1  Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop)5.2  Mengidentifikasi penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari
5.3  Menggunakan alat ukur listrik
6.  Memahami konsep dan prinsip gelombang elektromagnetik
6.1  Mendeskripsikan spektrum gelombang elektromagnetik6.2  Menjelaskan aplikasi gelombang elektromagnetik pada kehidupan sehari-hari
Kelas  XI,  Semester  1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1.  Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik
1.1  Menganalisis gerak lurus, gerak melingkar dan gerak parabola dengan menggunakan vektor 1.2  Menganalisis keteraturan gerak planet dalam tatasurya berdasarkan hukum-hukum Newton
1.3  Menganalisis pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan
1.4  Menganalisis hubungan antara gaya dengan gerak getaran
1.5  Menganalisis hubungan antara usaha, perubahan energi dengan hukum kekekalan energi mekanik
1.6  Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik untuk menganalisis gerak dalam kehidupan sehari-hari
1.7  Menunjukkan hubungan antara konsep impuls dan momentum untuk menyelesaikan masalah tumbukan
Kelas XI,   Semester   2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
2.  Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah
2.1  Menformulasikan hubungan antara konsep torsi, momentum sudut, dan momen inersia, berdasarkan hukum II Newton serta penerapannya dalam masalah benda tegar2.2  Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
3.  Menerapkan  konsep termodinamika dalam mesin kalor
3.1  Mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal  monoatomik3.2  Menganalisis perubahan keadaan gas ideal dengan menerapkan hukum  termodinamika
Kelas XII,  Semester  1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1.  Menerapkan  konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah
1.1  Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum1.2  Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi dan cahaya
1.3  Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi
2.  Menerapkan  konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi
2.1  Memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, energi potensial listrik serta penerapannya pada keping sejajar2.2  Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknologi
2.3  Memformulasikan konsep induksi Faraday dan arus bolak-balik serta penerapannya
Kelas XII, Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
3.  Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma fisika modern
3.1  Menganalisis secara kualitatif gejala kuantum yang mencakup hakikat dan sifat-sifat radiasi benda hitam serta penerapannya3.2  Mendeskripsikan perkembangan teori atom
3.3  Memformulasikan teori relativitas khusus untuk waktu, panjang, dan  massa, serta kesetaraan massa dengan energi yang diterapkan dalam teknologi
4.  Menunjukkan penerapan konsep fisika inti dan radioaktivitas dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari
4.1  Mengidentifikasi  karakteristik inti atom dan radioaktivitas 4.2  Mendeskripsikan pemanfaatan radoaktif dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari

prinsip penggunaan metode diskusi dan pelaksanaann metode diskusi kelas | fisikadansains

 Prinsip Umum Penggunaan Metode Diskusi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan metode diskusi, antara lain sebagai berikut.

a.  Perumusan masalah atau masalah-masalah yang   didiskusikan agar dilakukan bersama-sama dengan siswa.
b.  Menjelaskan   hakikat masalah itu disertai tujuan   mengapa masalah
    tersebut dipilih untuk didiskusikan.
c.  Pengaturan peran siswa yang meliputi pemberian tanggapan, saran,
pendapat,   pertanyaan, dan   jawaban   yang   timbul untuk memecahkan masalah.
d.  Memberitahukan tata tertib diskusi.
e.  Pengarahan pembicaraan agar sesuai dengan tujuan.
f.  Pemberian bimbingan siswa untuk mengambil kesimpulan.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Diskusi Kelompok
Langkah-langkah   diskusi sangat bergantung   pada   jenis diskusi yang digunakan. Hal ini dikarenakan tiap-tiap   jenis memiliki   karakteristik masing- masing. Seminar memiliki   karakteristik   yang berbeda dengan simposium,  brain   storming, debat,   panel, sindikat group dan lain-lain.   Demikian   pula  siposium dan yang lain-lain tersebut juga memiliki karakteristik   yang  berbeda satu dengan yang lainnya. Akibat   perbedaan karakteristik  tersebut, maka langkah dan atau   prosedur pelaksanaannya   berbeda   satu  dengan   yang   lain.   Meskipun demikian, secara umum untuk keperluan  pembelajaran di kelas, langkah-langkah   diskusi   kelas   dapat   dilaksanakan  dengan prosedur yang lebih sederhana. Moedjiono, dkk (1996)   menyebutkan
langkah-langkah   umum   pelaksanaan   diskusi   sebagai berikut ini.

a.  Merumuskan masalah secara jelas
b.  Dengan   pimpinan guru para siswa   membentuk   kelompok-kelompok  diskusi, memilih pimpinan diskusi (ketua, sekretaris,   pelapor), mengatur tempat   duduk,   ruangan, sarana, dan sebagainya sesuai dengan tujuan diskusi. Tugas   pimpinan diskusi antara lain: (1) mengatur   dan  mengarahkan diskusi, (2) mengatur "lalu lintas" pembicaraan.
c.  Melaksanakan diskusi. Setiap anggota diskusi hendaknya tahu   persis apa
    yang akan didiskusikan dan   bagaimana cara berdiskusi. Diskusi harus
    berjalan dalam   suasana bebas, setiap anggota tahu bahwa mereka
    mempunyai   hak bicara yang sama.
d.  Melaporkan   hasil   diskusinya. Hasil-hasil   tersebut   ditanggapi   oleh
semua siswa, terutama dari kelompok   lain. Guru   memberi   alasan atau penjelasan   terhadap   laporan tersebut.
e.  Akhirnya   siswa mencatat hasil diskusi, dan   guru   mengumpulkan laporan
    hasil diskusi dari tiap kelompok.

Budiardjo, dkk, 1994:20--23 membuat   langkah penggunaan metode diskusi melalui tahap-tahap berikut ini.

1.    Tahap Persiapan
a.    Merumuskan tujuan pembelajaran
b.     Merumuskan permasalahan dengan jelas dan ringkas.
c.     Mempertimbangkan karakteristik anak dengan benar.
d.     Menyiapkan kerangka diskusi yang meliputi: (1) menentukan dan
merumuskan aspek-aspek masalah,(2) menentukan alokasi waktu,(3) menuliskan garis besar bahan diskusi,(3) menentukan format susunan tempat,(4) menetukan aturan main jalannya diskusi.
e.     Menyiapkan fasilitas diskusi, meliputi: (1) menggandakan bahan diskusi,(2)
    menentukan dan mendisain tempat,(3) mempersiapkan alat-alat yang
    dibutuhkan.

2.    Tahap pelaksanaan
a.    Menyampaikan tujuan pembelajaran.
b.    Menyampaikan pokok-pokok yang akan didiskusikan.
c.    Menjelaskan prosedur diskusi.
d.    Mengatur kelompok-kelompok diskusi
e.    Melaksanakan diskusi.

3.    Tahap penutup
a.    Memberi kesempatan kelompok untuk melaporkan hasil.
b.    Memberi kesempatan kelompok untuk menanggapi.
c.    Memberikan umpan balik.
d.    Menyimpulkan hasil diskusi.

Peranan Guru Sebagai Pemimpin Diskusi
Untuk mempertahankan kelangsungan, kelancaran dan efektivitas diskusi,   guru sebagai   pemimpin   diskusi   memegang peranan   menentukan. Mainuddin, Hadisusanto   dan   Moedjiono, 1980:8--9, menyebutkan sejumlah peranan yang harus dimainkan guru sebagai pemimpin diskusi, adalah berikut
ini.
a.     Initiating,   yakni menyarankan gagasan baru,   atau   cara baru dalam
    melihat masalah yang sedang didiskusikan.
b.    Seeking   information, yakni meminta fakta   yang   relavan atau informasi
yang otoritarif tentang topik diskusi.
c.     Giving   information,   yakni   fakta   yang   relavan    atau menghubungkan
    pokok diskusi dengan   pengalaman   pribadi peserta.
d.     Giving   opinion,   yakni memberi pendapat   tentang   pokok yang sedang
dipertimbangkan kelompok, bisa dalam   bentuk menantang konsesus atau sikap "nrimo" kelompok.
e.     Clarifying,   yakni merumuskan kembali pernyataan   sesorang;
    memperjelas pernyataan sesorang anggota.
f.    Elaborating,   yakni mengembangkan   pernyataan   seseorang atau memberi
contoh atau penerapan.
g.    Controlling,   yakni   menyakinkan   bahwa   giliran   bicara merata;
menyakinkan   bahwa anggota yang   perlu   bicara, memperoleh giliran
bicara.
h.    Encouraging,   yakni   bersikap   resetif   dan   responsitif terhadap
pernyataan serta buah pikiran anggota.
i.    Setting   Standards, yakni memberi atau meminta   kelompok menetapkan,
kriteria untuk menilai urunan anggota.
j.    Harmonizing,   yakni   menurunkan   kadar   ketegangan   yang terjadi dalam
diskusi.
k.    Relieving   tension, yakni melakukan   penyembuhan   setelah terjadinya
tegangan.
l.     Coordinating,   yakni   menyimpulkan   gagasan   pokok   yang timbul   dalam
    diskusi, membantu   kelompok   mengembangkan gagasan.
m. Orientating, yakni menyampaikan posisi yang telah   dicapai   kelompok
    dalam diskusi dan   mengarahkan   perjalanan diskusi selanjutnya.
n.     Testing, yakni menilai pendapat dan meluruskan   pendapat kearah yang
    seharusnya dicapai.
o.     Consensus   Testing,   menialai tingkat   kesepakatan   yang telah dicapai
    dan menghindarkan perbedaan pandangan.
p.     Summarizing,   yakni   merangkum   kesepakatan   yang   telah dicapai.

PENERAPAN METODE DISKUSI DAN COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KELAS | fisikadansains

creative learning



 
 Dalam pembelajaran terdapat berbagai macam metode pembelajaran. Dimana setiap model pembelajaran memiliki keunggulan tersendiri dan karakteristik yang tersendiri pula. Bila kemarin saya telah memposting makalah tentang metode-metode pembelajaran kini saya akan lebih berfokus pada metode diskusi atau cooperative learning, dimana batasan masalah yang akan saya ambil disini adalah pengertian dari metode diskusi itu sendiri, kelebihan metode diskusi , jenis-jenis diskusi dan saran-saran seputar penerapan metode diskusi /cooperative learning. Bila anda tertarik mempalajari metode ini ataupun ingin mencari tahu cara membangun diskusi kelas yang baik  maka saya ucapkan silahkan membaca.