RPP Besaran dan Satuan Kurikulum 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 

materi Besaran dan Satuan dalam Kurikulum 2013.

RPP

Identitas

  • Satuan Pendidikan     : SMA/MA
  • Mata Pelajaran           : Fisika
  • Pokok Bahasan           : Besaran dan Satuan
  • Sub Pokok Bahasan    : Pengukuran
  • Kelas / Semester          : X / 1
Kompetensi Inti     :

RPP Kompetensi dasar:



RPP
 rpp

Indikator:

  1. Mendeskripsikan pengertian besaran pokok dengan tepat.
  2. Mendeskripsikan pengertian besaran turunan dengan tepat.
  3. Mendeskripsikan pengertian satuan dengan tepat.
  4. Melakukan pengukuran terhadap  besaran pokok massa, panjang, dan waktu secara benar.
  5. Membandingkan besaran pokok dan besaran turunan serta dapat memberikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Mengetahui besaran pokok dan turunannya serta satuan dalam SI.
  7. Menentukan dimensi suatu besaran fisika di kehidupan sehari-hari.
  8. Menganalisis dan menentukan dimensi besaran.
  9. Mengetahui definisi angka penting dan penerapannya.
  10. Menggunakan alat ukur besaran panjang dengan menggunakan penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
  11. Mengukur besaran panjang dengan mempertimbangkan ketelitian dan ketepatan.
  12. Membaca nilai yang ditunjukkan alat ukur dengan tepat.
  13. Menentukan penjumlahan vektor suatu besaran fisika di kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

  1. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian besaran pokok.
  2. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian besaran turunan.
  3. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian satuan.
  4. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menerapkan satuan besaran pokok dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menerapkan satuan besaran turunan dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menentukan dimensi pada besaran pokok dan besaran turunan.
  7. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menerapkan dimensi besaran dari suatu besaran pokok dan turunan.
  8. Melalui percobaan, peserta didik dapat menggunakan alat ukur penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup untuk mengukur panjang suatu benda.
  9. Melalui percobaan, peserta didik dapat mengetahui penggunaan alat ukur serta membacanya.
  10. Melalui percobaan, peserta didik dapat mengukur besaran pokok massa, panjang, dan waktu.
  11. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan pengertian angka penting serta menerapkannya dalam perhitungan.
  12. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan besaran vektor.
  13. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat melakukan penjumlahan vektor.
  14. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan perkalian vektor.


Alokasi Waktu

12 x 45 menit (6 x pertemuan)

Bahan Ajar


  1. Pengertian Besaran Pokok.
  2. Besaran Turunan.
  3. Konversi Satuan.
  4. Analisis Dimensi.
  5. Ketelitian (akurasi) dan ketepatan (presisi).
  6. Kesalahan Pengukuran.
  7. Penggunaan Angka Penting.
  8. Vektor.

Metode Pembelajaran

Saintifik, Ceramah, eksperimen, dan tanya jawab.



Kegiatan Pembelajaran


1.    Pertemuan Pertama

Jenis Kegiatan    Kegiatan Pembelajaran : Pendahuluan

Alokasi waktu : 10 menit

kegiatan :



Jenis Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Pendahuluan
1.      Salam Pembuka
2.      Perkenalan
3.      Guru memberi motivasi kepada peserta didik dan apersepsi dengan menanyakan kepada peserta didik, berapa jarak rumah anda ke sekolah?
Misalnya, jawaban 10 km. kemudian bertanya apakah arti 10? jawaban besar atau nilai. Apakah arti km? jawaban satuan.
Kemudian menanyakan kepada peserta didik, alat ukur panjang itu apa saja? Jawaban mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
10 menit
Kegiatan Inti
1.    Guru menjelaskan kegunaan besaran dan satuan dalam fisika
2.    Guru memberikan contoh besaran pokok dan besaran turunan dari beberapa besaran fisika.
3.    Guru menunjukkan beberapa alat yang ada dalam kehidupan sehari-hari kepada peserta didik.
4.    Peserta didik diminta untuk melakukan percobaan terkait pengukuran besaran-besaran fisika.
5.    Peserta didik diminta untuk menuliskan besaran dari alat tersebut dan konversi satuan dari beberapa besaran fisika.
6.    Guru menjelaskan bagian-bagian penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
7.    Guru menjelaskan tentang cara mengukur menggunakan penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
8.    Guru menjelaskan tentang kegunaan penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
9.    Peserta didik diminta melakukan percobaan menggunakan penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
10.             Guru memberikan tugas kepada peserta didik dan menjelaskan tata cara mengerjakan tugas
70 menit
Kegiatan Penutup
1.      Memberikan tugas kepada peserta didik
2.      Memandu peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
3.      Salam penutup.
10 menit


Pertemuan Kedua

Jenis Kegiatan
Kegiatan pembelajaran
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Salam pembuka
2.      Guru memberi motivasi kepada peserta didik dan apersepsi dengan menanyakan kepada peserta didik: bagaimana membuktikan persamaan itu benar atau salah? Jawaban menggunakan dimensi.
Kemudian menanyakan kepada peserta didik, berapa banyak angka yang harus kita tulis dari hasil pengukuran, dengan cara apa kita menentukannya? Jawaban menggunakan aturan angka penting.
15 menit
Kegiatan inti
1.    Guru menjelaskan kegunaan analisis dimensi.
2.    Guru memberikan contoh dimensi dari beberapa besaran fisika.
3.    Peserta didik diminta untuk menuliskan contoh analisis dimensi dari besaran turunan.
4.    Menjelaskan pengertian angka penting.
5.    Memandu dan menjelaskan penerapan aturan angka penting.
6.    Menjelaskan penggunaan angka penting dalam perhitungan.
7.    Memberikan contoh soal dan memandu menyelesaiakannya.
8.    Menjelaskan jenis-jenis kesalahan dalam pegukuran.
9.    Guru memberikan tugas kepada peserta didik dan menjelaskan tata cara mengerjakan tugas
60 menit
Penutup
1.    Guru memberikan kesimpulan.
2.    Salam penutup
15 menit

Pertemuan Ketiga

Jenis Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Awal
1.      Salam Pembuka
2.      Apersepsi
Apersepsi diisi menanyakan kepada peserta didik, berapa banyak angka yang harus kita tulis dari hasil pengukuran, dengan cara apa kita menentukannya? Jawaban menggunakan aturan angka penting
15 menit
Kegiatan Inti
1.      Menjelaskan pengertian angka penting.
2.      Memandu dan menjelaskan aturan angka penting.
3.      Menjelaskan penggunaan angka penting dalam perhitungan.
4.      Memberikan contoh soal dan memandu menyelesaikannya.
5.      Menjelaskan jenis-jenis kesalahan dalam pegukuran.
60 menit
Kegiatan Penutup
1.      Memberikan tugas kepada peserta didik
2.      Memandu peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
3.      Salam penutup.
15 menit

4.        Pertemuan Keempat
Jenis Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Awal
1.      Salam Pembuka
2.      Apersepsi
Apersepsi diisi dengan menanyakan kepada peserta didik, sudah pernahkah anda menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup?
Kemudian menanyakan kepada peserta didik, apakah setiap pengukuran ymenggunakan alat ukur itu memperoleh nilai yang pasti?
10 menit
Kegiatan Inti
1.      Menjelaskan tentang pengukuran tunggal dan pengukuran berulang
2.      Menjelaskan tentang kesalahan pengukuran.
3.      Menjelaskan pengertian ketidakpastian pengukuran.
4.      Menyebutkan ketidakpastian alat ukur.
5.      Menjelaskan cara menghitung ketidakpastian pengukuran.
6.      Menjelaskan cara penulisan ketidakpastian pengukuran.
7.      Menjelaskan tentang penulisan hasil ukur.
8.      Peserta didik melakukan eksperimen dan dan menuliskan hasil eksperimen
70 menit
Kegiatan Penutup
1.      Memandu peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
2.      Salam penutup.
10 menit

 Pertemuan Kelima

Jenis Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Awal
1.      Salam Pembuka
2.      Guru memberikan motivasi kepada peserta didik dan apersepsi dengan menanyakan kepada peserta didik, setelah anda mempelajari besaran dan satuan yang manakah besaran yang hanya mempunyai nilai dan yang mana yang mempunyai nilai dan arah?
15 menit
Kegiatan Inti
1.    Guru menjelaskan besaran vektor dalam fisika
2.    Guru memberikan contoh besaran vektor beberapa besaran fisika.
3.    Guru menjelaskan tentang penjumlahan vektor.
4.    Guru menjelaskan tentang perkalian vektor.
60 menit
Kegiatan Penutup
1.    Memberikan tugas kepada peserta didik.
2.      Memandu peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
3.      Salam penutup.
15 menit

  Pertemuan Keenam

Jenis Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Awal
1.      Salam Pembuka.
2.      Peserta didik mempersiapkan diri untuk ulangan.
3.      Guru membagikan soal dan menjelaskan peraturan untuk ulangan.
15 menit
Kegiatan Inti
1.    Peserta didik mengerjakan ulangan.
2.    Guru mengawasi ulangan yang sedang berlangsung.
3.    Kondisi kelas tenang
60 menit
Kegiatan Penutup
1.      Lembar soal dan jawaban ulangan peserta didik dikumpulkan.
2.      Salam penutup.
15 menit



 Media Pembelajaran

  • Buku Fisika yang relevan.
  • Alat percobaan.
  • Alat tulis menulis.
  • LKS.

Penilaian
No
Jenis Penilaian
Aspek yang dinilai
1
Kognitif
Kemampuan peserta didik dalam menjawab pertanyaan/ soal
2
Psikomotor
Keaktifan peserta didik dalam melakukan eksperimen
3
Afektif
Sikap peserta didik dalam proses pembelajaran


 

 

 


Tips Sukses Lolos SBMPTN 2016

Tips Sukses lolos SBMPTN 2016,  trik dan strategi mensiasati lolos passing grade.

Apa yang harus dilakukan menjelang SPMB? Sebaiknya Anda tidak usah sibuk-sibuk lagi mempelajari materi yang akan diujikan. Materi tersebut harus sudah Anda siapkan sebelum UN. Jadi, di samping belajar untuk menghadapi UN, juga belajar untuk menghadapi SPMB Oleh karena itu, hari-hari menjelang SPMB dapat Anda manfaatkan untuk sekadar mempersiapkan pendahuluon strategi tertentu dalam mengerjakan soal-soal SPMB atau dalam memilih jurusan dan PTN yang diminati, dan menjaga kesehatan Gangan sampai sakit). 
Lolos SBMPTN 2016

Menjaga Kesehatan

Biasanya, seorang siswa yang sungguh-sungguh dalam mengikuti SPMB, semakin mendekati hari H nya, akan merasa semakin cemas (takut tidak lulus). Kondisi seperti ini sangat mem- pengaruhi kesehatan. Pada awalnya, nafsu makan berkurang. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti ini, segeralah tanggulangi. Sering seringlah berolah raga, tetapi ingat! Olah raga di sini hanya sekadar untuk menjaga kebugaran tubuh dan untuk menghilangkan rasa jenuh (stres) saja Dengan demikian diharapkan saat menghadapi ujian, badan dalam keadaan fit (siap tempur).

tips SBMPTN 2016

Masalah Lembar Komputer

Komputerisasi ini dimaksudkan Seluruh proses penilaian SPMB dilakukan dengan komputer. benar-benar agar didapatkan hasil yang objektif sehingga siswa yang lolos dalam SPMB memang kasus siswa pilihan (mempunyai kualitas yang lebih baik). Namun demikian, sering juga terjadi seorang siswa yang sebenamya mempunyai prestasi akademik yang tinggi tetapi gagal dalam SPMB. Sebenarnya, banyak faktor yang menyebabkan kegagalan tersebut. Namun, penyebab yang paling sering terjadi adalah kesalahan dalam mengisi lembar komputer, baik pada formulir pendaftaran maupun pada lembar jawaban. Dalam pengisian lembar komputer. sedikit saja membuat kesalahan dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, perhatikanlah dengan sungguh-sungguh petunjuk pengisiannya. Petunjuk tersebut secara umum adalah sebagai berikut Formulir pendaftaran dan lembar jawaban tidak boleh kotor. sobek. terlipat. atau basah. 2) Formulir pendaftaran dan lembar jawaban hanya boleh diisi dengan pensil 2B saja. Pengisian dengan alat tulis lain (tinta, pensil H dsb.) akan berakibat isian tersebut tidak akan terbaca oleh komputer. 3) Apabila terjadi salah pengisian, hapuslah bagian yang salah dengan karet penghapus yang baik sampai bersih, kemudian isi kembali dengan isian yang benar. 4) Jangan sekali-kali menghitamkan atau menulis sesuatu pada bagian formulir yang tidak diminta untuk diisi, dan jangan sekali-kali menghapus garis-garis hitam atau bulatan-bulatan hitam yang sudah tercetak pada lembar komputer. 5) Pada waktu menghitamkan satu bulatan, harus sehitam mungkin dan harus penuh, tetapi jangan sampai merusak kertas atau keluar dari bulatan. 6) jika dalam satu kolom dihitamkan dua bulatan atau lebih, maka isian tersebut otomatis dianggap salah.
tips sbmptn 2016

Mengecek Tempat Ujian

Sehari menjelang SPMB, sempatkan untuk mengecek dan mengetahui tempat duduk Anda. Hal persiapan psikologis Anda. Dengan mengetahui tempat ujian itu, Anda akan dapat memperkirakan lamanya perjalanan dari rumah ke tempat les, menentukan jam keberangkatan agar tidak datang terlalu pagi tetapi juga tidak terlambat, memperkirakan kemacetan lalu lintas di pagi hari, dan sebagainya. Keuntungan lainnya adalah Anda akan memperoleh kekuatan psikologis tambahan sebelum SPMB. Jika Anda telah menemukan tempat ujian, dan jika ruangnya lerbuka, berusahalah untuk masuk ke Duduklah kursi yang akan Anda tempati dan bayangkan bahwa di tempat tersebut, Anda akan bersaing untuk memperebutkan cit Anda. Dengan menciptakan kondisi seperti itu, maka keesokan harinya Anda tidak akan gugup ketika masuk dan duduk di tempat itu Jangan sekali-kali menganggap remeh hal tersebut. Pernah terjadi, seorang peserta terpaksa tidak dapat mengikuti SPMB karena kecelakaan lalu lintas. Setelah diusut temyata dia menjalankan kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi karena belum tahu tempat ujiannya, sehingga takut terlambat tiba di tempat ujian. Dan ingat, keterlambatan memasuki ruangan ujian dapat meng akibatkan buyarnya konsentrasi ketika menghadapi soal, badan lemas, pikiran suntuk dan semangat untuk menghadapi ujian hari berikutnya akan surut.
tips sbmptn 2016



Datang Lebih Awal

Usahakanlah agar Anda tiba di tempat ujian beberapa saat sebelum ujian berlangsung. Dengan datang lebih awal, kita akan dapat tenang ketika memasuki ruangan ujian. Jika Anda datang terlalu mepet atau bahkan terlambat, pikiran dan konsentrasi Anda akan kacau. Akibatnya, apa yang telah Anda pelajari dan persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya bisa hilang. Namun demikian, datang terlalu awal sebenarnya juga merugikan. Ada kemungkinan di antara teman-teman kita yang belum siap sepenuhnya akan bertanya tentang berbagai hal. Masih untung kalau pembicaraannya masih berkisar pada materi yang akan diujikan pada hari itu, Kalau pembicaraan itu bergeser ke arah lain, dapat merusak konsentrasi.
Menghindari Diskusi Menjelang Ujian
Bagi Anda yang telah mempersiapkan diri, sebaiknya menghindari diskusi menjelang ujian. Diskusi akan dapat menyebabkan kepercayaan diri berkurang. jika dalam diskusi tersebut ada hal-hal yang tidak Anda ketahui karena itu, akan lebih baik jika tidak terpancing ikut dalam suatu diskusi.

TIPS SBMPTN 2016 PASTI LOLOS


Memperhatikan Waktu

SPMB dilaksanakan serentak secara nasional selama dua hari. Materi ujian seleksi ini dibagi dalam dua kelompok. yaitu kemampuan dasar pada hari pertama dan kemampuan khusus pada hari kedua. Materi ujian kemampuan khusus terdiri dari kemampuan IPA dan kemampuan IPs Materi ujian kemampuan dasar terdiri dari PPKn sebanyak 15 soal, Matematika Dasar sebanyak 2s soal. Bahasa Indonesia sebanyak 35 soal, dan Bahasa Inggris sebanyak 30 soal. Adapun materi kemampuan khusus untuk kelompok IPA terdiri dari Matematika IPA sebanyak 10 soal Biologi sebanyak 15 soal, Kimia sebanyak 15 soal. Fisika sebanyak 15 soal, dan IPA Terpadu sebanyak 20 soal, dan untuk kelompok IPs terdiri dari IPs dan IPs terpadu. Jumlah soal IPs 30 buah dan jumlah soal IPS terpadu 20 buah. Mata pelajaran IPs terdiri atas ekonomi, geografi sejarah, sosiologi, dan antropologi.
Kebanyakan peserta S kesulitan menghadapi kemampuan dasar pada hari pertama. Namun saat menghadapi materi ujian kemampuan khusus pada hari kedua, terutama kelompok IPA. hampir semua peserta SPMB merasa kesulitan. Jadi, terutama pada ujian kemampuan khusus bari kedua, Anda harus benar-benar dapat menggunakan waktu secara efisien. karena itu, kerjakanlah terlebih dahulu semua soal yang Anda anggap mudah jangan sampai terfokus pada soal yang sulit dikerjakan soal-soal yang memang sulit dikerjakan. kalau perlu tidak usah dikerjakan sebab kalau jawabannya salah malah akan mengurangi nilai Perlu Anda ketahui, dalam SPMB, jawaban benar nilainya +4. jawaban jika salah nilainya -1
Namun demikian, usahakan Anda dapat mengerjakan minimal 60% dari keseluruhan soal Hal ini disebabkan, berdasarkan pegalaman. peserta yang dapat lolos SPMB nilainya berkisar antara 50s sampai 65%. Akan tetapi perlu diketahui, nilai ini adalah nilai yang bersih, maksudnya jumlah jawaban yang benar dikalikan +4 dikurangi jumlah Jawaban yang salah harus sama dengan 50 sampai 65% dari total jumlah soal dikalikan +4. Contoh: Misalnya jumlah soal SPMB 100 soal, maka skor nilai maksimum 100 x 4 400. Jika misalnya Anda dapat mengerjakan 60 soal dan salah 10, maka skor nilai Anda adalah: (60 x 4) 10 240. Karena 240 lebih dari 200 (50% dari 400), maka kemungkinan besar Anda berhasil lolos SPMB sesuai dengan pilihan Anda.

TRIK SBMPTN

Sesudah Ujian Hari Pertama

 Biasanya, selepas ujian hari pertama, para peserta berkerumun untuk membicarakan hasil ujiannya. Mereka berusaha untuk mengetahui hasil ujiannya. Pengecekan hasil ujian hari pertama seperti ini sebenarnya baik-baik saja bagi mereka yang sukses. Dengan mengetahui hasil ujiannya di hari pertama, mereka akan lebih bersemangat untuk menghadapi ujian hari berikutnya. Tetapi hal itu dapat menjadi bumerang bagi mereka yang gagal di hari pertama ujiannya. Mereka akan lemas dan konsentrasi untuk menghadapi ujian hari berikutnya akan buyar. itu setelah ujian Untuk lebih baiknya, hindarilah pengecekan itu. Lakukanlah pengecekan pulang. Jangan berakhir. Akan lebih baik lagi, jika ujian hari pertama selesai, sebaiknya langsung hiraukan hasilnya! Beristirahatlah agar pikiran segar kembali untuk menghadapi ujian har berikutnya.

Definisi Gravitasi kuantum

Definisi Gravitasi kuantum

            Teori gravitasi kuantum (quantum gravity) adalah sebuah nama untuk teori yang sampai sekarang belum terwujud, yang seyogyanya mengawinkan teori kuantum dengan teori relativitas (yaitu teori tentang ruang-waktu dan gravitasi) dalam satu framework : one unified theory, atau theory of everything, atau terserah anda sebut apa namanya. Kedua teori ini adalah pilar utama fisika modern, dan keduanya berhasil dalam domainnya masing-masing dan telah teruji dengan berbagi eksperimen : fisika kuantum berhasil dalam menjelaskan atom, partikel elementer, dan fenomena mikro lainnya; sedangkan fisika relativitas berhasil menjelaskan gravitasi, kosmologi, dan fenomena makro lainnya. Keduanya membawa sudut pandang yang revolusioner mengenai realita: teori relativitas merubah pandangan mengenai ruang dan waktu, sedangkan teori kuantum merubah pandangan mengenai pengamat dan yang diamati. Tak heran jika banyak orang yang memberikan timeline bahwa fisika modern adalah fisika setelah ditemukannya teori relativitas dan kuantum, dan fisika klasik adalah fisika sebelumnya. Namun keduanya cukup berbeda dan usaha untuk menyatukannya belum berhasil sampai saat ini. Bisa dikatakan bahwa teori kuantum gravitasi adalah "holy grail" dari fisika teori.


           Untuk memahami sedikit dari kedua teori tersebut, ada baiknya kita membandingkan fisika relativitas dan kuantum dengan fisika klasik (fisika Newton).Pertama, kita tinjau fisika relativitas. Dalam fisika klasik, kita menganggap ruang dan waktu sebagai latar yang tetap (fixed background), yaitu seperti panggung atau arena, di mana partikel-partikel menari di atasnya. Dengan sudut pandang itu, kita bisa membuat model geometri yang tetap untuk ruang dan waktu, lalu setelahnya kita bisa merumuskan persamaan untuk mengambarkan dinamika dari partikel-partikel, dan ruang-waktu bersifat absolut, tidak terpengaruh oleh gerakan partikel-partikel. Mungkin gambaran seperti ini yang sekilas bisa kita terima berdasarkan intuisi dan pengalaman sehari-hari. Namun teori relativitas membuktikan bahwa sudut pandang itu adalah salah, dan teori relativitas telah diuji melalui eksperimen. Menurut teori relativitas, ruang-waktu adalah dinamis. Geometri ruang-waktu tidaklah statis, tetapi bergantung pada distribusi materi dan energi. Jadi sudut pandang teori relativitas adalah bahwa ruang-waktu adalah relasional, bukan absolut. Dalam fisika klasik, seandainya semua materi dihilangkan dari alam semesta, akan tertingal sebuah ruang-waktu yang absolut. Tetapi dalam fisika relativitas, jika semua materi dihilangkan, tidak ada yang tersisa - tidak ada ruang-waktu jika tidak ada materi. Ruang-waktu tidaklah eksis dengan sendirinya, tapi ruang-waktu adalah network dari hubungan dan perubahan. Jadi pelajaran utama dari teori relativitas adalah bahwa teori fisika haruslah bebas latar (background independent), yaitu bahwa teori fisika tidak didefinisikan dalam latar ruang-waktu yang statis seperti dalam fisika klasik.
           Sekarang, kita tinjau fisika kuantum. Dalam fisika klasik, deskripsi sebuah partikel atau sebuah sistem dapat diberikan dengan pasti, dan pengukuran besaran yang diamati (observable) dapat dilakukan secara pasti, dan secara prinsip keadaan sistem tidak terpengaruh oleh proses pengukuran. Namun dalam fisika kuantum, keadaan sistem dan pengamatan tidaklah demikian, karena ada dua prinsip utama dalam fisika kuantum yang terasa asing bila ditinjau dari kacamata fisika klasik. Misalkan kita ingin mengambarkan sebuah sistem dalam keadan kuantum. Misalkan sistemnya adalah gas dalam kotak, maka keadaannya terdiri dari posisi dan kecepatan masing-masing molekul gas. Namun, ada kendala tertentu dalam mengambarkan sebuah sistem kuantum, yaitu prinsip ketidakpastian Heisenberg, yang mengatakan bahwa terdapat pasangan observables yang tidak bisa diamati keduanya secara akurat : jika salah satu akurasinya bertambah, maka yang lainnya akurasinya berkurang. Misalnya posisi dan kecepatan adalah pasangan observables demikian. Jadi misalnya state kita hanya bisa mengandung posisi eksak atau kecepatan eksak, tetapi tidak keduanya.Satu hal lagi yang cukup membingungkan dalam teori kuantum, adalah prinsip superposisi. Misalkan sistem kita dapat berada dalam dua keadan yang berbeda : keadaan A dan keadaan B. Prinsip superposisi menyatakan bahwa sistem itu dapat juga berada dalam kombinasi antara A dan B. Jadi keadaan kuantum kita adalah superposisi dari A dan B : a x A + b x B, di mana a dan b adalah bilangan. Keadaan superposisi a x A + b x B jelas memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan keadan A dan B. Dan jika kita melakukan pengukuran, jelas kita tidak akan mengamati keadan superposisi tadi - yang kita amati adalah entah A atau B : kita akan mengamati A dengan peluang a^2, dan B dengan peluang b^2. Dalam fisika klasik kita selalu mengambarkan keadaan sistem dalam keadaan pasti, dan melakukan pengukuran juga besaran yang pasti. Namun dalam fisika kuantum, apa yang kita amati berbeda dengan apa yang sebenarnya. Realita kuantum seperti inilah yang agak sulit untuk dicerna, sehingga sampai sekarang pun belum ada satu interpretasi kuantum yang bisa diterima oleh semua orang. Mungkin sebuah contoh yang paling populer adalah sebuah eksperimen pikiran (bukan eksperimen sebenarnya loh ) : paradoks kucing Schrodinger ( lihat misalnya ).
Jadi teori relativitas memberikan sudut pandang baru mengenai ruang-waktu, namun sayangnya teori relativitas masih mengikuti fisika klasik dalam memandang realita dan pengamatan.
Begitu juga teori kuantum memberikan sudut pandang baru mengenai pengamat dan yang diamati, namun sayangnya teori kuantum masih mengunakan latar ruang-waktu statis seperti fisika klasik.

Mungkin anda mengusulkan : bagaimana kalau teori relativitas kita modifikasi sehingga memasukkan konsep kuantum mengenai pengamatan, atau bagaimana kalau teori kuantum kita modifikasi sehingga memasukkan konsep bebas-latar dari teori relativitas?
Secara tradisional, memang ada dua jalan utama dalam riset mewujudkan teori kuantum gravitasi. Yang pertama berakar dari teori relativitas, yaitu loop quantum gravity atau canonical quantum gravity. Yang kedua berakar dari teori kuantum (atau teori medan kuantum), yaitu string theory (atu M-theory). Kedua jalan ini pendekatannya memang berbeda, walaupun keduanya setuju bahwa dalam skala kecil (sangat sangat kecil, yaitu sekitar 10^-33cm) ruang-waktu tidak lagi mulus seperti yang kita amati pada skala besar. Tentunya ada juga jalan lain yang tidak mengikuti jalan-jalan tradisional tadi, misalnya twistor theory, non-commutative geometry, topos theory, dan lain sebagainya.
Tentunya sebaik apa puh teori, dia tidak akan beridir dengan kokoh tanpa didukung oleh eksperimen. Sampai sekarang belum ada eksperimen yang bisa membenarkan atau menyalahkan teori-teori gravitasi kuantum, walaupun ada beberapa proposal yang kelihatannya cukup mungkin untuk dilaksanakan.

PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME

PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME

Pengertian Multikulturalisme 


Multikultural berarti beraneka ragam kebudayaan. Menurut Parsudi Suparlan (2002) akar kata dari multikulturalisme adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman bagi kehidupan manusia. Dalam konteks pembangunan bangsa, istilah multikultural ini telah membentuk suatu ideologi yang disebut multikulturalisme. Konsep multikulturalisme tidaklah dapat disamakan dengan konsep keanekaragaman secara sukubangsa atau kebudayaan  sukubangsa yang menjadi ciri masyarakat majemuk, karena multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan. Ulasan mengenai multikulturalisme mau tidak mau akan mengulas berbagai permasalahan yang mendukung ideologi  ini, yaitu politik dan demokrasi, keadilan dan penegakan hukum, kesempatan kerja dan berusaha, HAM, hak budaya komuniti dan golongan minoritas, prinsip-prinsip etika dan moral, dan tingkat serta mutu produktivitas. 

IMPLEMENTASI KURIKULUM MODEL NESTED DAN MODEL SEQUENCED PADA KURIKULUM 2013


Model Nested dan implementasinya dalam Kurikulum 2013



Mata pelajaran berdasarkan perspektif kurikulum 2013 dipandang sebagai label konten yang merupakan unit organisasi konten terkecil di dalam kurikulum (Kemendikbud, 2012a: 6). Pengorganisasian konten setiap mata pelajaran meliputi konten sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Konsekuensinya, mata pelajaran harus disajikan secara integratif. Guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa keterampilan siswa sesuai dengan yang tertuang dalam KI.

Salah satu model pembelajaran terpadu adalah nested. Model nested sesuai dengan prespektif kurikulum 2013 karena memadukan beberapa keterampilan belajar yang meliputi keterampilan berpikir (thingking skill), keterampilan sosial (social skill), dan keterampilan mengorganisasi (organizing skill) pada satu mata pelajaran untuk ketercapaian konten tertentu. Guru dapat menerapkan model ini sebagai upaya untuk mengorganisasikan konten sikap, pemngetahuan, dan keterampilan pada setiap kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan urian di atas, dapat disimpulkan bahwa kurikulum 2013 menghendaki pembelajaran dilaksanakan secara terpadu. Mata pelajaran merupakan unit organisasi terkecil dalam kurikulum yang terdiri dari konten sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terintegratif. Model nested dapat diterapkan sebagai upaya untuk mengintegrasikan berbagai keterampilan dalam organisasi mata pelajaran.

Definisi Kurikulum

Definisi Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan kurikulm dilaukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kurikulum disusun dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan : 
a. Peningkatan iman dan takwa;
b. Peningkatan akhlak mulia;
c. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;
d. Keragaman potensi daerah dan lingkungan;
e. Tuntutan pembangunan daerah dan lingkungan;
f. Tuntutan dunia kerja;
g. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
h. Agama;
i. Dinamika perkembangan global; 
Kerangka dasar dan strutur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah. Kurikulum pendidikan dasar  dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/ madrasah di bawah koordinasi dan surpervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah. Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tingi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi.

PEEP (Proyek Fisika dan Etika Pendidikan)


PEEP (Proyek Fisika dan Etika Pendidikan)

PEEP
                PEEP (Proyek Fisika dan Etika Pendidikan) Proyek menyediakan memikirkan dengan baik seperangkat sumber daya untuk mengajar masalah etika dalam fisika. Hal ini mungkin mengejutkan betapa sedikitnya perhatian yang dihabiskan di sekolah tinggi dan universitas program pendidikan fisika pada topik isu-isu etika terkait fisika. Keahlian fisika sangat penting untuk pemahaman penuh dari banyak isu-isu seperti perubahan iklim dan isu-isu energi yang kita hadapi sebagai masyarakat. Sumber daya ini dapat memberikan titik awal bagi fisikawan yang ingin meningkatkan perhatian pada masalah etika dalam kelas fisika mereka.
                Sementara sumber daya PEEP terutama ditujukan untuk tingkat SMA, banyak sumber daya juga cocok untuk pengantar fisika. Topik meliputi radiasi, perubahan iklim, senjata, ruang, energi dan transportasi (gambar berikut dari PEEP yang ikhtisar daerah).

Definisi dari Teori dan Kerangka berfikir dalam suatu penelitian, SKRIPSI, THESIS

Definisi dari Teori dan Kerangka berfikir dalam suatu penelitian, SKRIPSI, THESIS

Dalam penulisan laporan suatu penelitian , skripsi , thesis harus menyertakan Teori dan Kerangka Berfikir. Namun seringkali banyak orang yang salah dalam penulisan Teori,bisa berputar-putar dan bahkan tidak kontekstual dengan hal yang diteliti.
Sehingga seringkali orang bertemu dalam permasalahan dasar pengertian Apa itu Teori, Bagaimana Penulisan Dasar Teori yang benar?
Bukan hanya itu terkadang orang juga masih bingung dalam mengartikan dan membuat kerangka berfikir dalam penyusunan laporan penelitian. Oleh karena itu penulis mencuba untuk mencari pengertian dari Teori, cara penulisan dasar teori yang benar dan juga cara penulisan dan pengertian dari kerangka berfikir. Setelah menemukannya sekarang penulis ingin membagikannya kepada pembaca.. Semoga Bermanfaat .....
A. Pengertian Teori
Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian (kuantitatif) adalah mencari teori-teori, konsep-konsep, generalisasi-generelisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian. (Sumadi Suryabrata dalam Sugiyono, 2009:79)