Langkah perumusan Hipotesis dalam penelitian ilmiah skripsi yang benar menurut ahli

Langkah perumusan Hipotesis dalam penelitian ilmiah skripsi yang benar menurut ahli dan Contoh merumuskannya


Langkah pertama dalam perumusan hipotesis yang benar adalah, memahami apa itu hipotesis, kemudian menyusunnya sesuai kaidah yang benar. Dalam artikel kali ini, akan dibahas arti dari hipotesis/hipotesa dan cara merumuskannya dalam penelitian ilmiah.



Merumuskan hipotesis

Hipotesis berasal dari kata hypo artinya lemah, dan thesis artinya pernyataan, jadi hipotesis dimaksudkan pernyataan yang masih lemah kebenarannya, sehingga perlu diuji secara empiris. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian kuantitatif diturunkan atau dijabarkan kedalam pernyataan hipotetis. Hypothesis is a tentative, reasonable, testable assertion regarding the accuranæ of in behaviors, phenomena, events, aprediction of study outcome. Hipothesis is oonjectural statement of the relation between two or more variables (p. 476). Hipotesis merupakan pernyataan hubungan antar variabel penelitian yang masih lemah kebenarannya, sehingga perlu dibuktikan dalam penelitian. Pengajuan hipotesis menjadi keharuskan penelitian kuantitatif yang berfungsi memberikan arah penelitian dalam memperoleh hasil penelitian yang di rumuskan dalam tujuan penelitian.
Uji hipotesis

Cara merumuskan hipotesis sebaiknya gikuti rambu-rambu, men antara lain seperti di bawah ini.


  1. a. Pilihlah kata yang menunjukkan sifat hipotetis, seperti dimungkinkan, diperkirakan, diharapkan, sehingga berimpli kasi pada pentingnya pembuktian secara empiris.
  2. kata-kata yang deskriptif yang menjelaskan keter. kaitan antar variabel penelitian yang akan diteliti, misal ter dapat hubungan, terdapat perbedaan, atau terdapat efek antar variabel independen dengan variabel bebas, untuk memberikan makna secara eksplisit.
  3. c Gunakan kata-kata yang lugas (bukan kiasan) berikan makna secara eksplisit. jelas 
  4. d. Susunlah dalam kalimat pemyataan sedemikin rupa agar arah penelitian. 

Contoh: Dimungkinkan terdapat perbedaan sikap laki-laki dengan perempuan terhadap penggunaan alat kon trasepsi. Diperkirakan terdapat pengaruh model pembelajaran klasikal dan kelompok terhadap sosialitas anak SLTP.

Pengertian Konsep, pengertian Konstruk , pengertian Proposisi dan pengertian teori dalam penelitian ilmiah

Pengertian Konsep,  Konstruk ,  Proposisi dan  teori dalam penelitian ilmiah

Pengertian konsep, preposisi dan teori

Pengertian Konsep

 Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala secara abstrak, contohnya seperti kejadian, keadaan, kelompok. Diharapkan peneliti mampu memformulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dengan penyederhanaan beberapa masalah yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Dalam dunia penelitian dikenal dua pengertian mengenai konsep, yaitu Pertama konsep yang jelas hubungannya dengan realita yang diwakili, contoh meja, mobil dll nya Kedua konsep yang abstrak hubungannya dengan realitas yang diwakili, contoh kecerdasan, kekerabatan, dll nya. 

Pengertian Konstruk 

Konstruk (construct) adalah suatu konsep yang diciptakan dan digunakan dengan kesengajaan dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu. 

Proposisi

 Proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep. Contoh dalam penilitian mengenai mobilitas penduduk, bebrbunyi proses migrasi tenaga kerja ditentukan oleh upah (Harris dan Todaro). 
 Dalam sosial dikenal ada dua jenis proposisi, yang pertama aksioma atau postulat, yang kedua teorem. Aksioma ialah proposisi yang kebenarannya sudah tidak lagi dalam penelitian, sedang teorem ialah proposisi yag dideduksikan dari aksioma. 

Pengertian Teori 

Teori adalah Salah satu definisi mengenai teori ialah serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena secara sisitematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep (Kerlinger, FN) 
Definisi lain mengatakan bahwa teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktur tertentu dari satu disiplin ilmu. Teori mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut; 
  • a. harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontraksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan. 
  • b. harus cocok dengan fakta-fakta empiris, sebab teori yang bagaimanapun konsistennya apabila tidak didukung oleh pengujian empiris tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah. 
  • c. Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx 1)Model Based Theory, 2) Teori deduktif, 3) Teori induktif dan 4 Teori fungsional 

Berdasarkan teori pertama (Based Theory) teori berkembang adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris. Validitas substansi terletak pada tahap-tahap awal dalam pengujian model, yaitu apakah model bekerja sesuai dengan kebutuhan peneliti. 

Teori kedua Teori deduktif, mengatakan suatu teori dikembangkan melalui proses deduksi. uksi merupakan bentuk inferensi yang menurunkan sebuah kesimpulan yang didapatkan melalui penggunaan logika pikiran dengan disertai premis premsi sebagai bukti. Teori deduktif merupakan suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris. 

Teori ketiga Teori induktif menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang berulang- ulang mengembangkan pernyataan-pernyataan yang berfungsi untuk menerangkan keberadaan pernyataan-pernyataan tersebut. 

Teori keempat Teori fungsional mengatakan suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya. Perbedaan utama dengan teori deduktif terletak pada proses terjadinya konseptualisasi pada awal pengembangan teori. Pada teori deduktif rancangan hubungan konspetualnya diformulasikan dan pengujian dilakukan pada tahap akhir pengembangan teori.

Langkah Menentukan permasalahan dalam penelitian SKRIPSI, Thesis dan Disertasi

Pedoman menentukan Identifikasi Masalah / permasalahan dalam penelitian

Identifikasi masalah

Banyak faktor yang mungkin menyebabkan timbulnya suatu masalah. Dalam kasus kinerja pegawai, bukan hanya terkait dengan motivasi dan kompensasi keria, tetapi juga kepemimpinan, supervisi atau pengawasan, iklim organisasi, budaya organisasi, iklim komunikasi organisasi, lingkungan kerja, pelatihan, kepuasan kerja, semangat kerja, etos kerja, kedisiplinan, kecerdasan emosional, manajemen stress, kondisi fisik, dan lain-lain.

 Idealnya, ketika kita meneliti tentang masalah kinerja, semua faktor tersebut kita teliti. Namun, karena sejumlah keterbatasan yang kita miliki, misalnya waktu, tenaga, biaya, dan kemampuan, maka tidak semua faktor tersebut dapat kita teliti. Oleh karena itu, sesuai dengan jenjang pendidikan kita (si, S2 atau S3), kita hanya meneliti sebagian kecil saja dari faktor-faktor tersebut.

Walaupun demikian, untuk kepentingan penyusunan proposal penelitian kita, semua faktor tersebut dapat diidentifikasi sebagai masalah, satu per satu. Makin banyak identifikasi masalah yang kita lakukan, makin baik. Untuk mempermudah dalam melakukan identifikasi masalah, gunakan acuan teoritik yang terkait dengan kinerja. Perhatikan faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pegawai, lalu jadikan faktor-faktor tersebut sebagi identifikasi masalah.

Selama ini ada 2 (dua) versi penyajian identifikasi masalah. Ada yang menyajikandalambentuk pertanyaan, dan ada pula yang menyajikan dalam bentuk pernyataan. Keduanya memiliki rasional masing-masing. Tetapi Anda tidak perlu bingung. Gunakan salah satu yang sesuai dengan ketentuan penyusunan proposal yang berlaku di fakultas atau universitas tempat Anda kuliah.

Pembatasan Masalah 

Jika hendak menyusun proposal penelitian untuk penulisan disertasi, harus memasukkan semua faktor tersebut kedalam paket identifikasi masalah, bahakan perlu ditambah faktor lain yang baru. Tetapi, jika mau menyusun proposal skripsi atau tesis, tidak perlu memasukkan semua faktor tersbut. Gunakan saja beberapa yang paling relevan dengan masalah yang akan diteliti. Pertimbangkan segenap keterbatasan, khususnya tenaga, waktu, biaya, dan kemampuan teoritik dan metodologis. Pembatasan masalah minimal mencakup dua hal.

1. Lokasi dan objek penelitian.

 Hal ini berkaitan langsung dengan tempat yang dijadikan obyek penelitian, misalnya perusahaan instansi pemerintah, sekolah, pesantren, masjid, gereja, pasar, mall, dan lain-lain.

2. Variabel atau Fokus Penelitian 

Hal ini berkaitan dengan variabel- variabel atau dokus penelitian yang akan diteliti. Jadi dalam pembatasan masalah, 2 (dua) unsur tersebut harus terpenuhi. Sebagai gambaran dapat diberikan contoh untuk penelitian mengenai kinerja pegawai sebuah perusahaan misalnya PT Artiza sebagai berikut "Seperti diuraikan diatas, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai sangat banyak Padahal, dalam waktu yang sama, penulis memiliki sejumlah keterbatasan, terutama waktu, biaya. tenaga dan kemampuan akademik. Menyadari kondisi tersebut dan terutama sesuai dengan kaidah keilmuan, maka permasalahan penelitian ini dibatasi hanya pada masalah pengaruh motivasi dan kompensasi kerja terhadap kinerja pegawai PT Artiza". Dalam contoh ini unsur pertama diwakili oleh PT Artiza, sedangkan unsur kedua diwakili oleh variabel variabel motivasi, kompensasi dan kinerja pegawai.

Sumber:
Indonizer.com

Soal dan Pembahasan Kinematika dengan analisis Vektor

soal vektor

Soal dan Pembahasan Kinematika dengan analisis Vektor

  1. Percepatan motor yang dinaiki Noval adalah a = 2t i + 3 t2 j Jika kecepatan awal motor Noval adalah nol, tentukan kecepatan motor Noval saat t = 2 s!

Jawab :

pembahasan 1









2.  Suatu titik zat bergerak pada sumbu x secara GLBB dengan percepatan 5m/s2. Pada saat bergerak 2 sekon kecepatannya 20 m/s. Mulai berangkat kedudukannya di x = -15m. Tentukan persamaan posisi titik zat tersebut.





3. Sebuah partikel bergerak lurus dengan percepatan a = 12-3s dengan a dalam m/s2 dan s dalam m.
Cari hubungan antara kecepatan dan perpindahan jika s = 2 m, v = 4 m/s




4. Suatu benda dari keadaan diam dan mengalami percepatan seperti grafik berikut ini.



Tentukan kecepatan saat:

a. t = 1 s

b. t = 5 s

c. t = 7 s

Jawab:

a. v = v0 + Luas segi tiga dengan alas 1

v = 0 + ½ . 1 . 3

v = 1,5 m/s

b. v = v0 + Luas segi tiga + Luas persegi panjang

v = 0 + ½ . 2 . 3 + 3 . 3

v = 12 m/s

c. v = v0 + Luas segi tiga + Luas persegi panjang + L trapesium

Mengingat saat t = 7 s, nilai a belum diketahui, maka langkah yang ditempuh adalah dengan menetukan persamaan garis melalui (6,3) dan (8,0), yaitu:

y – y1 = m (x - x1) sehingga y = -1,5 x + 12,

maka saat t = 7 diperoleh nilai a = -1,5 . 7 + 12 = 1,5 m/s2

v = 0 + ½ . 2 . 3 + 4 . 3 + (3 + 1,5) . ½ . 1 v = 0 + 3 + 12 + 2,25 = 17,25 m/s

Pengertian Literasi Teknologi dalam pendidikan

Literasi Teknologi dalam Pendidikan

literasi

Maksud dari literasi teknologi dalam dunia pendidikan adalah peserta didik aktif terlibat dalam proses teknologi atau belajar memanfaatkan hasil teknologi tidak hanya sebats mengetahui, atau mengenal saja. Peserta didik tidak hanya mengenal teknologi namun juga mampu memanfaatkan teknologi sebaik mungkin. Pemanfaatan teknologi ini juga memampukan para peserta didik untuk melatih diri mereka, menemukan dan memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-harinya melalui penggunaan teknologi.



Apa yang diharapkan dari teknologi literasi?


Teknologi Literasi membantu para pendidik serta peserta pendidik untuk tetap aktif dengan segala perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

dewasa ini. Ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga semua pendidik serta peserta didik dituntut untuk berpartisipasi di dalamnya, hal ini penting guna keberadaan informasi dari seluruh penjuru dunia mampu diketahui serta universal dan tentunya diharapkan agar kita sadar akan informasi-informasi yang beredar dan sedang terjadi.

Teknologi yang dimanfaatkan dengan baik tentunya akan memberikan pengaruh positif dalam hal ini terhadap para peserta didik. Tatkala teknologi menjadi “teman” yang baik, para peserta didik juga akan mendapatkan hasil yang baik- baik dalam proses maupun hasil akhirnya. Teknologi yang dimanfaatkan dengan baik memampukan para peserta didik untuk kreatif dalam mengerjakan berbagai tugas-tugas,

mandiri tentunya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada, terampil dalam menempatkan berbagai informasi- informasi yang telah didapatkan- dalam kehidupan sehari- hari, dan interaksi dengan “warga” cyber world yang semakin meluas dan menambah jaringan di berbagai penjuru dunia tanpa dihadapkan dengan permasalahan ruang dan waktu, serta mampu memenuhi tuntutan jaman yang semakin kompleks.



Apa kegiatan yang efektif-yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi- bagi para peserta didik?


Agar pembelajaran yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi berjalan efektif maka ada beberapa poin, yakni :
  • Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan nyata. 
Ketika proses pembelajaran dibuat semenarik mungkin, hal ini dapat memicu motivasi para peserta didik dalam proses pendidikannya. Motivasi-motivasi inilah yang membuat para peserta didik melakukan yang terbaik ketika diperhadapkan pada situasi dimana para peserta didik harus menerapkanpengetahuannya dalam dunia nyata.
  • Menumbuhkan pemikiran reflektif
Ketika peserta didik dihadapkan pada tugas-tugas yangmembutuhkan kemandirian dimana peserta didik harus menelaah sendiri bahan bacaan, mencari berbagai referensi, di saat itulah peserta didik menjadi sosok dengan pemikiran yang rekflektif, berpikir secara reflektif ketika menampung berbagai informasi, kemudian ditelaah, sehingga pada akhirnya membentuk suatu pola pemikiran hasil dari peserta didik itu sendiri dan tentunya dengan berbagai bahan referensi yang dapat dipercaya kebenarannya (ilmiah)
  • Membantu perkembangan dan keterlibatan aktif dari peserta didik dalam proses belajar
Sebagai peserta didik, partisipasi sangat diharapkan. Ketika peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, hal itu membuktikan bahwa peserta didik mempunyai keinginan untuk mengelola informasi yang belum diketahui, serta kritis dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada di dalam dunia nyata. Tentunya, peserta didik yang aktif diharapkan akan menjadi generasi penerus yang partisipatif serta dibekali dengan teknologi literasi (melek teknologi) demi tuntunan jaman yang semakin kompleks.

Apa saja tolok ukur dalam literasi TIK?

Tolok ukur dalam literasi TIK dikategorikan menjadi beberapa, yakni :

  1. kemampuan mendefenisi
  2.  Akses
  3.  Mengelola integrasi
  4.  Evaluasi
  5.  Berkreasi dan berkomunikasi.

Sehingga dengan itu Literasi TIK bukan saja mengenai bagaimana para peserta didik mengenal berbagai teknologi namun yang terpenting adalah hal-hal yang bersifat kognitif.

RPP Besaran dan Satuan Kurikulum 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 

materi Besaran dan Satuan dalam Kurikulum 2013.

RPP

Identitas

  • Satuan Pendidikan     : SMA/MA
  • Mata Pelajaran           : Fisika
  • Pokok Bahasan           : Besaran dan Satuan
  • Sub Pokok Bahasan    : Pengukuran
  • Kelas / Semester          : X / 1
Kompetensi Inti     :

RPP Kompetensi dasar:



RPP
 rpp

Indikator:

  1. Mendeskripsikan pengertian besaran pokok dengan tepat.
  2. Mendeskripsikan pengertian besaran turunan dengan tepat.
  3. Mendeskripsikan pengertian satuan dengan tepat.
  4. Melakukan pengukuran terhadap  besaran pokok massa, panjang, dan waktu secara benar.
  5. Membandingkan besaran pokok dan besaran turunan serta dapat memberikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Mengetahui besaran pokok dan turunannya serta satuan dalam SI.
  7. Menentukan dimensi suatu besaran fisika di kehidupan sehari-hari.
  8. Menganalisis dan menentukan dimensi besaran.
  9. Mengetahui definisi angka penting dan penerapannya.
  10. Menggunakan alat ukur besaran panjang dengan menggunakan penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
  11. Mengukur besaran panjang dengan mempertimbangkan ketelitian dan ketepatan.
  12. Membaca nilai yang ditunjukkan alat ukur dengan tepat.
  13. Menentukan penjumlahan vektor suatu besaran fisika di kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

  1. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian besaran pokok.
  2. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian besaran turunan.
  3. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian satuan.
  4. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menerapkan satuan besaran pokok dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menerapkan satuan besaran turunan dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menentukan dimensi pada besaran pokok dan besaran turunan.
  7. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menerapkan dimensi besaran dari suatu besaran pokok dan turunan.
  8. Melalui percobaan, peserta didik dapat menggunakan alat ukur penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup untuk mengukur panjang suatu benda.
  9. Melalui percobaan, peserta didik dapat mengetahui penggunaan alat ukur serta membacanya.
  10. Melalui percobaan, peserta didik dapat mengukur besaran pokok massa, panjang, dan waktu.
  11. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan pengertian angka penting serta menerapkannya dalam perhitungan.
  12. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan besaran vektor.
  13. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat melakukan penjumlahan vektor.
  14. Dengan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan perkalian vektor.


Alokasi Waktu

12 x 45 menit (6 x pertemuan)

Bahan Ajar


  1. Pengertian Besaran Pokok.
  2. Besaran Turunan.
  3. Konversi Satuan.
  4. Analisis Dimensi.
  5. Ketelitian (akurasi) dan ketepatan (presisi).
  6. Kesalahan Pengukuran.
  7. Penggunaan Angka Penting.
  8. Vektor.

Metode Pembelajaran

Saintifik, Ceramah, eksperimen, dan tanya jawab.



Kegiatan Pembelajaran


1.    Pertemuan Pertama

Jenis Kegiatan    Kegiatan Pembelajaran : Pendahuluan

Alokasi waktu : 10 menit

kegiatan :



Jenis Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Pendahuluan
1.      Salam Pembuka
2.      Perkenalan
3.      Guru memberi motivasi kepada peserta didik dan apersepsi dengan menanyakan kepada peserta didik, berapa jarak rumah anda ke sekolah?
Misalnya, jawaban 10 km. kemudian bertanya apakah arti 10? jawaban besar atau nilai. Apakah arti km? jawaban satuan.
Kemudian menanyakan kepada peserta didik, alat ukur panjang itu apa saja? Jawaban mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
10 menit
Kegiatan Inti
1.    Guru menjelaskan kegunaan besaran dan satuan dalam fisika
2.    Guru memberikan contoh besaran pokok dan besaran turunan dari beberapa besaran fisika.
3.    Guru menunjukkan beberapa alat yang ada dalam kehidupan sehari-hari kepada peserta didik.
4.    Peserta didik diminta untuk melakukan percobaan terkait pengukuran besaran-besaran fisika.
5.    Peserta didik diminta untuk menuliskan besaran dari alat tersebut dan konversi satuan dari beberapa besaran fisika.
6.    Guru menjelaskan bagian-bagian penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
7.    Guru menjelaskan tentang cara mengukur menggunakan penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
8.    Guru menjelaskan tentang kegunaan penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
9.    Peserta didik diminta melakukan percobaan menggunakan penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
10.             Guru memberikan tugas kepada peserta didik dan menjelaskan tata cara mengerjakan tugas
70 menit
Kegiatan Penutup
1.      Memberikan tugas kepada peserta didik
2.      Memandu peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
3.      Salam penutup.
10 menit


Pertemuan Kedua

Jenis Kegiatan
Kegiatan pembelajaran
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Salam pembuka
2.      Guru memberi motivasi kepada peserta didik dan apersepsi dengan menanyakan kepada peserta didik: bagaimana membuktikan persamaan itu benar atau salah? Jawaban menggunakan dimensi.
Kemudian menanyakan kepada peserta didik, berapa banyak angka yang harus kita tulis dari hasil pengukuran, dengan cara apa kita menentukannya? Jawaban menggunakan aturan angka penting.
15 menit
Kegiatan inti
1.    Guru menjelaskan kegunaan analisis dimensi.
2.    Guru memberikan contoh dimensi dari beberapa besaran fisika.
3.    Peserta didik diminta untuk menuliskan contoh analisis dimensi dari besaran turunan.
4.    Menjelaskan pengertian angka penting.
5.    Memandu dan menjelaskan penerapan aturan angka penting.
6.    Menjelaskan penggunaan angka penting dalam perhitungan.
7.    Memberikan contoh soal dan memandu menyelesaiakannya.
8.    Menjelaskan jenis-jenis kesalahan dalam pegukuran.
9.    Guru memberikan tugas kepada peserta didik dan menjelaskan tata cara mengerjakan tugas
60 menit
Penutup
1.    Guru memberikan kesimpulan.
2.    Salam penutup
15 menit

Pertemuan Ketiga

Jenis Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Awal
1.      Salam Pembuka
2.      Apersepsi
Apersepsi diisi menanyakan kepada peserta didik, berapa banyak angka yang harus kita tulis dari hasil pengukuran, dengan cara apa kita menentukannya? Jawaban menggunakan aturan angka penting
15 menit
Kegiatan Inti
1.      Menjelaskan pengertian angka penting.
2.      Memandu dan menjelaskan aturan angka penting.
3.      Menjelaskan penggunaan angka penting dalam perhitungan.
4.      Memberikan contoh soal dan memandu menyelesaikannya.
5.      Menjelaskan jenis-jenis kesalahan dalam pegukuran.
60 menit
Kegiatan Penutup
1.      Memberikan tugas kepada peserta didik
2.      Memandu peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
3.      Salam penutup.
15 menit

4.        Pertemuan Keempat
Jenis Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Awal
1.      Salam Pembuka
2.      Apersepsi
Apersepsi diisi dengan menanyakan kepada peserta didik, sudah pernahkah anda menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup?
Kemudian menanyakan kepada peserta didik, apakah setiap pengukuran ymenggunakan alat ukur itu memperoleh nilai yang pasti?
10 menit
Kegiatan Inti
1.      Menjelaskan tentang pengukuran tunggal dan pengukuran berulang
2.      Menjelaskan tentang kesalahan pengukuran.
3.      Menjelaskan pengertian ketidakpastian pengukuran.
4.      Menyebutkan ketidakpastian alat ukur.
5.      Menjelaskan cara menghitung ketidakpastian pengukuran.
6.      Menjelaskan cara penulisan ketidakpastian pengukuran.
7.      Menjelaskan tentang penulisan hasil ukur.
8.      Peserta didik melakukan eksperimen dan dan menuliskan hasil eksperimen
70 menit
Kegiatan Penutup
1.      Memandu peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
2.      Salam penutup.
10 menit

 Pertemuan Kelima

Jenis Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Awal
1.      Salam Pembuka
2.      Guru memberikan motivasi kepada peserta didik dan apersepsi dengan menanyakan kepada peserta didik, setelah anda mempelajari besaran dan satuan yang manakah besaran yang hanya mempunyai nilai dan yang mana yang mempunyai nilai dan arah?
15 menit
Kegiatan Inti
1.    Guru menjelaskan besaran vektor dalam fisika
2.    Guru memberikan contoh besaran vektor beberapa besaran fisika.
3.    Guru menjelaskan tentang penjumlahan vektor.
4.    Guru menjelaskan tentang perkalian vektor.
60 menit
Kegiatan Penutup
1.    Memberikan tugas kepada peserta didik.
2.      Memandu peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
3.      Salam penutup.
15 menit

  Pertemuan Keenam

Jenis Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Kegiatan Awal
1.      Salam Pembuka.
2.      Peserta didik mempersiapkan diri untuk ulangan.
3.      Guru membagikan soal dan menjelaskan peraturan untuk ulangan.
15 menit
Kegiatan Inti
1.    Peserta didik mengerjakan ulangan.
2.    Guru mengawasi ulangan yang sedang berlangsung.
3.    Kondisi kelas tenang
60 menit
Kegiatan Penutup
1.      Lembar soal dan jawaban ulangan peserta didik dikumpulkan.
2.      Salam penutup.
15 menit



 Media Pembelajaran

  • Buku Fisika yang relevan.
  • Alat percobaan.
  • Alat tulis menulis.
  • LKS.

Penilaian
No
Jenis Penilaian
Aspek yang dinilai
1
Kognitif
Kemampuan peserta didik dalam menjawab pertanyaan/ soal
2
Psikomotor
Keaktifan peserta didik dalam melakukan eksperimen
3
Afektif
Sikap peserta didik dalam proses pembelajaran