Definisi Gravitasi kuantum

Definisi Gravitasi kuantum

            Teori gravitasi kuantum (quantum gravity) adalah sebuah nama untuk teori yang sampai sekarang belum terwujud, yang seyogyanya mengawinkan teori kuantum dengan teori relativitas (yaitu teori tentang ruang-waktu dan gravitasi) dalam satu framework : one unified theory, atau theory of everything, atau terserah anda sebut apa namanya. Kedua teori ini adalah pilar utama fisika modern, dan keduanya berhasil dalam domainnya masing-masing dan telah teruji dengan berbagi eksperimen : fisika kuantum berhasil dalam menjelaskan atom, partikel elementer, dan fenomena mikro lainnya; sedangkan fisika relativitas berhasil menjelaskan gravitasi, kosmologi, dan fenomena makro lainnya. Keduanya membawa sudut pandang yang revolusioner mengenai realita: teori relativitas merubah pandangan mengenai ruang dan waktu, sedangkan teori kuantum merubah pandangan mengenai pengamat dan yang diamati. Tak heran jika banyak orang yang memberikan timeline bahwa fisika modern adalah fisika setelah ditemukannya teori relativitas dan kuantum, dan fisika klasik adalah fisika sebelumnya. Namun keduanya cukup berbeda dan usaha untuk menyatukannya belum berhasil sampai saat ini. Bisa dikatakan bahwa teori kuantum gravitasi adalah "holy grail" dari fisika teori.


           Untuk memahami sedikit dari kedua teori tersebut, ada baiknya kita membandingkan fisika relativitas dan kuantum dengan fisika klasik (fisika Newton).Pertama, kita tinjau fisika relativitas. Dalam fisika klasik, kita menganggap ruang dan waktu sebagai latar yang tetap (fixed background), yaitu seperti panggung atau arena, di mana partikel-partikel menari di atasnya. Dengan sudut pandang itu, kita bisa membuat model geometri yang tetap untuk ruang dan waktu, lalu setelahnya kita bisa merumuskan persamaan untuk mengambarkan dinamika dari partikel-partikel, dan ruang-waktu bersifat absolut, tidak terpengaruh oleh gerakan partikel-partikel. Mungkin gambaran seperti ini yang sekilas bisa kita terima berdasarkan intuisi dan pengalaman sehari-hari. Namun teori relativitas membuktikan bahwa sudut pandang itu adalah salah, dan teori relativitas telah diuji melalui eksperimen. Menurut teori relativitas, ruang-waktu adalah dinamis. Geometri ruang-waktu tidaklah statis, tetapi bergantung pada distribusi materi dan energi. Jadi sudut pandang teori relativitas adalah bahwa ruang-waktu adalah relasional, bukan absolut. Dalam fisika klasik, seandainya semua materi dihilangkan dari alam semesta, akan tertingal sebuah ruang-waktu yang absolut. Tetapi dalam fisika relativitas, jika semua materi dihilangkan, tidak ada yang tersisa - tidak ada ruang-waktu jika tidak ada materi. Ruang-waktu tidaklah eksis dengan sendirinya, tapi ruang-waktu adalah network dari hubungan dan perubahan. Jadi pelajaran utama dari teori relativitas adalah bahwa teori fisika haruslah bebas latar (background independent), yaitu bahwa teori fisika tidak didefinisikan dalam latar ruang-waktu yang statis seperti dalam fisika klasik.
           Sekarang, kita tinjau fisika kuantum. Dalam fisika klasik, deskripsi sebuah partikel atau sebuah sistem dapat diberikan dengan pasti, dan pengukuran besaran yang diamati (observable) dapat dilakukan secara pasti, dan secara prinsip keadaan sistem tidak terpengaruh oleh proses pengukuran. Namun dalam fisika kuantum, keadaan sistem dan pengamatan tidaklah demikian, karena ada dua prinsip utama dalam fisika kuantum yang terasa asing bila ditinjau dari kacamata fisika klasik. Misalkan kita ingin mengambarkan sebuah sistem dalam keadan kuantum. Misalkan sistemnya adalah gas dalam kotak, maka keadaannya terdiri dari posisi dan kecepatan masing-masing molekul gas. Namun, ada kendala tertentu dalam mengambarkan sebuah sistem kuantum, yaitu prinsip ketidakpastian Heisenberg, yang mengatakan bahwa terdapat pasangan observables yang tidak bisa diamati keduanya secara akurat : jika salah satu akurasinya bertambah, maka yang lainnya akurasinya berkurang. Misalnya posisi dan kecepatan adalah pasangan observables demikian. Jadi misalnya state kita hanya bisa mengandung posisi eksak atau kecepatan eksak, tetapi tidak keduanya.Satu hal lagi yang cukup membingungkan dalam teori kuantum, adalah prinsip superposisi. Misalkan sistem kita dapat berada dalam dua keadan yang berbeda : keadaan A dan keadaan B. Prinsip superposisi menyatakan bahwa sistem itu dapat juga berada dalam kombinasi antara A dan B. Jadi keadaan kuantum kita adalah superposisi dari A dan B : a x A + b x B, di mana a dan b adalah bilangan. Keadaan superposisi a x A + b x B jelas memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan keadan A dan B. Dan jika kita melakukan pengukuran, jelas kita tidak akan mengamati keadan superposisi tadi - yang kita amati adalah entah A atau B : kita akan mengamati A dengan peluang a^2, dan B dengan peluang b^2. Dalam fisika klasik kita selalu mengambarkan keadaan sistem dalam keadaan pasti, dan melakukan pengukuran juga besaran yang pasti. Namun dalam fisika kuantum, apa yang kita amati berbeda dengan apa yang sebenarnya. Realita kuantum seperti inilah yang agak sulit untuk dicerna, sehingga sampai sekarang pun belum ada satu interpretasi kuantum yang bisa diterima oleh semua orang. Mungkin sebuah contoh yang paling populer adalah sebuah eksperimen pikiran (bukan eksperimen sebenarnya loh ) : paradoks kucing Schrodinger ( lihat misalnya ).
Jadi teori relativitas memberikan sudut pandang baru mengenai ruang-waktu, namun sayangnya teori relativitas masih mengikuti fisika klasik dalam memandang realita dan pengamatan.
Begitu juga teori kuantum memberikan sudut pandang baru mengenai pengamat dan yang diamati, namun sayangnya teori kuantum masih mengunakan latar ruang-waktu statis seperti fisika klasik.

Mungkin anda mengusulkan : bagaimana kalau teori relativitas kita modifikasi sehingga memasukkan konsep kuantum mengenai pengamatan, atau bagaimana kalau teori kuantum kita modifikasi sehingga memasukkan konsep bebas-latar dari teori relativitas?
Secara tradisional, memang ada dua jalan utama dalam riset mewujudkan teori kuantum gravitasi. Yang pertama berakar dari teori relativitas, yaitu loop quantum gravity atau canonical quantum gravity. Yang kedua berakar dari teori kuantum (atau teori medan kuantum), yaitu string theory (atu M-theory). Kedua jalan ini pendekatannya memang berbeda, walaupun keduanya setuju bahwa dalam skala kecil (sangat sangat kecil, yaitu sekitar 10^-33cm) ruang-waktu tidak lagi mulus seperti yang kita amati pada skala besar. Tentunya ada juga jalan lain yang tidak mengikuti jalan-jalan tradisional tadi, misalnya twistor theory, non-commutative geometry, topos theory, dan lain sebagainya.
Tentunya sebaik apa puh teori, dia tidak akan beridir dengan kokoh tanpa didukung oleh eksperimen. Sampai sekarang belum ada eksperimen yang bisa membenarkan atau menyalahkan teori-teori gravitasi kuantum, walaupun ada beberapa proposal yang kelihatannya cukup mungkin untuk dilaksanakan.

PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME

PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME

Pengertian Multikulturalisme 


Multikultural berarti beraneka ragam kebudayaan. Menurut Parsudi Suparlan (2002) akar kata dari multikulturalisme adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman bagi kehidupan manusia. Dalam konteks pembangunan bangsa, istilah multikultural ini telah membentuk suatu ideologi yang disebut multikulturalisme. Konsep multikulturalisme tidaklah dapat disamakan dengan konsep keanekaragaman secara sukubangsa atau kebudayaan  sukubangsa yang menjadi ciri masyarakat majemuk, karena multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan. Ulasan mengenai multikulturalisme mau tidak mau akan mengulas berbagai permasalahan yang mendukung ideologi  ini, yaitu politik dan demokrasi, keadilan dan penegakan hukum, kesempatan kerja dan berusaha, HAM, hak budaya komuniti dan golongan minoritas, prinsip-prinsip etika dan moral, dan tingkat serta mutu produktivitas. 

IMPLEMENTASI KURIKULUM MODEL NESTED DAN MODEL SEQUENCED PADA KURIKULUM 2013

Model Nested dan implementasinya dalam Kurikulum 2013

Mata pelajaran berdasarkan perspektif kurikulum 2013 dipandang sebagai label konten yang merupakan unit organisasi konten terkecil di dalam kurikulum (Kemendikbud, 2012a: 6). Pengorganisasian konten setiap mata pelajaran meliputi konten sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Konsekuensinya, mata pelajaran harus disajikan secara integratif. Guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa keterampilan siswa sesuai dengan yang tertuang dalam KI. 

Definisi Kurikulum

Definisi Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan kurikulm dilaukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kurikulum disusun dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan : 
a. Peningkatan iman dan takwa;
b. Peningkatan akhlak mulia;
c. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;
d. Keragaman potensi daerah dan lingkungan;
e. Tuntutan pembangunan daerah dan lingkungan;
f. Tuntutan dunia kerja;
g. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
h. Agama;
i. Dinamika perkembangan global; 
Kerangka dasar dan strutur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah. Kurikulum pendidikan dasar  dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/ madrasah di bawah koordinasi dan surpervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah. Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tingi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi.

PEEP (Proyek Fisika dan Etika Pendidikan)


PEEP (Proyek Fisika dan Etika Pendidikan)

PEEP
                PEEP (Proyek Fisika dan Etika Pendidikan) Proyek menyediakan memikirkan dengan baik seperangkat sumber daya untuk mengajar masalah etika dalam fisika. Hal ini mungkin mengejutkan betapa sedikitnya perhatian yang dihabiskan di sekolah tinggi dan universitas program pendidikan fisika pada topik isu-isu etika terkait fisika. Keahlian fisika sangat penting untuk pemahaman penuh dari banyak isu-isu seperti perubahan iklim dan isu-isu energi yang kita hadapi sebagai masyarakat. Sumber daya ini dapat memberikan titik awal bagi fisikawan yang ingin meningkatkan perhatian pada masalah etika dalam kelas fisika mereka.
                Sementara sumber daya PEEP terutama ditujukan untuk tingkat SMA, banyak sumber daya juga cocok untuk pengantar fisika. Topik meliputi radiasi, perubahan iklim, senjata, ruang, energi dan transportasi (gambar berikut dari PEEP yang ikhtisar daerah).

Definisi dari Teori dan Kerangka berfikir dalam suatu penelitian, SKRIPSI, THESIS

Definisi dari Teori dan Kerangka berfikir dalam suatu penelitian, SKRIPSI, THESIS

Dalam penulisan laporan suatu penelitian , skripsi , thesis harus menyertakan Teori dan Kerangka Berfikir. Namun seringkali banyak orang yang salah dalam penulisan Teori,bisa berputar-putar dan bahkan tidak kontekstual dengan hal yang diteliti.
Sehingga seringkali orang bertemu dalam permasalahan dasar pengertian Apa itu Teori, Bagaimana Penulisan Dasar Teori yang benar?
Bukan hanya itu terkadang orang juga masih bingung dalam mengartikan dan membuat kerangka berfikir dalam penyusunan laporan penelitian. Oleh karena itu penulis mencuba untuk mencari pengertian dari Teori, cara penulisan dasar teori yang benar dan juga cara penulisan dan pengertian dari kerangka berfikir. Setelah menemukannya sekarang penulis ingin membagikannya kepada pembaca.. Semoga Bermanfaat .....
A. Pengertian Teori
Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian (kuantitatif) adalah mencari teori-teori, konsep-konsep, generalisasi-generelisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian. (Sumadi Suryabrata dalam Sugiyono, 2009:79)

BEASISWA PASCASARJANA DALAM DAN LUAR NEGERI


BEASISWA MELANJUTKAN S2 DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI

Bagaimana cara mendapatkan beasiswa dalam dan luar negeri?
Apa Syarat mendapatkan beasiswa?
 Bagaimana cara mendaftarkan beasiswa ?

banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika kita sedang akan lulus atau sudah lulus sarjana. 
Dalam Artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara mendapatkan beasiswa bagi lulusan sarjana yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.
Ketika sudah selasai perkuliahan pada jenjang sarjana (S1) banyak diantaranya yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya, hal ini dikarenakan oleh benyak faktor diantaranya yaitu standarisasi pendidikan yang semakin tiggi, untuk memparoleh penghidupan yang lebih baik dan lain sebagainya.
namun untuk melanjutkan niat tersebut seringkali terdapat beberapa kendala. Faktor penghambat  yang paling dominan diantaranya adalah faktor finansial atau faktor biyaya.
Jangan khawatir bagi anda yang berprestasi dan memiliki kemampuan yang cukup baik pememrintah indonesia menyediakan solusinya. Seperti yang kita ketahui bahwasanya pemerintah dalam UUD menyatakan bahwa pemerintah menganggarkan 20 % dari APBN bagi perkembangan mutu pendidikan. Nah salah satu wujud dari 20 % tersebut adalah beasiswa bagi siswa dan mahaiswa yang berprestasi.



Beasiswa Unggulan – Kementerian Pendidikan Nasional merupakan pemberian bantuan biaya pendidikan oleh pemerintah Indonesia atau pihak lain berdasarkan atas kesepakatan kersjasama kepada putera – puteri terbaik bangsa Indonesa dan mahasiswa asing terpilih. (Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2009)
SASARAN PROGRAM BEASISWA UNGGULAN
Beasiswa Unggulan diberikan kepada mereka yang memiliki prestasi sebagai berikut:
1. Peraih medali Olimpiade Sains / Teknologi tingkat Nasional/ Internasional;
2. Pemenang lomba LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Tingkat Nasional;
3. Pemenang Lomba tingkat Nasional / Internasional, bidang Sains, Teknologi, Seni Budaya, Olahraga, dll;
4. Lulusan terbaik SMA / MA / SMK / Ponpes / Perguruan Tinggi yang diusulkan oleh Pemda (Propinsi/ Kabupaten/ Kota), Masyarakat (LSM), dan Insdustri;
5. Lulusan Cumlaude dari Perguruan Tinggi/ Sekolah Tinggi/ Akademi;
6. Penulis, Pencipta, Peneliti, Seniman, Olahragawan, dan Tokoh (P3SWOT) berprestasi;
7. Staf Pemda dan Staf Diknas dari unit- unit utama serta jajarannya;
8. Bukan Dosen (untuk reguler S1, S2, dan S3).


Jenis Beasiswa Unggulan
Berdasarkan Permendiknas tentang Beasiswa Unggulan, jenis beasiswa yang diberikan terdiri dari :
a. Beasiswa Unggulan Program Sarjana, yaitu beasiswa diperuntukkan untuk lulusan berprestasi dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) guna mengikuti proses pendidikan program sarjana atau yang sederajat di perguruan tinggi bidang sains dan humaniora serta vokasi.
b. Beasiswa Unggulan Program Magister diperuntukkan untuk lulusan Sarjana (S1) atau sederajat yang memenuhi persyaratan tertentu untuk melanjutkan pendidikan di tingkat magister pada bidang studi dan konsentrasi yang berlaku di lingkungan KEMDIKNAS. Bagi aktifis mahasiswa bila memenuhi kriteria yang dipersyaratkan dapat menggunakan jalur ini untuk jenjang pendidikan selanjutnya.
c. Beasiswa Unggulan Program Doktor diperuntukkan untuk lulusan Magister (S2) atau yang sederajat yang memenuhi persyaratan tertentu untuk melanjutkan pendidikan di tingkat doktor pada bidang studi dan konsentrasi yang berlaku di lingkungan KEMDIKNAS.
d. Beasiswa Tunjangan Kreatifitas diperuntukkan untuk peserta didik pemenang kejuaraan tingkat internasional dalam berbagai bidang (vokasi, olahraga, seni dan sains).
e. Beasiswa mahasiswa asing (Palestina, dll) merupakan program khusus untuk mahasiswa asing dan diutamakan untuk negara Palestina, dll. Program ini digunakan untuk menstimulus program studi yang menyelengarakan gelar ganda dan kembaran.
f. Beasiswa untuk studi lanjut bagi olah ragawan berprestasi tingkat nasional dan internasional serta pemenang olimpiade sains, seni dan iptek.
g. Beasiswa Ulung merupakan program khusus untuk akselerasi penyelenggaran Fasttrack Program di dalam dan luar negeri dalam jenjang S1 hingga S3.
h. Beasiswa kemitraan dengan pihak industri terkait yang peduli di dunia pendidikan seperti BU-CIMB Niaga, BU-BRI (Beasiswa Nusantara), dll.
i. Beasiswa Unggulan untuk Peneliti, Penulis, Pencipta, Seniman, Wartawan, Olah Ragawan dan Tokoh (P3SWOT) diberikan berdasarkan profesi pelamar dan tidak memperhatikan jenjang pendidikan.
j. Beasiswa kemitraan alumni digunakan untuk pembinaan alumni program Beasiswa Unggulan jenjang pendidikan Sarjana (S1) atau sederajat, magister (S2) dan doktor (S3).
k. Beasiswa bidang kajian khusus seperti Akuntasi Pemerintahan merupakan program khusus untuk bidang kajian akuntasi pemerintah. Hal ini diperlukan untuk mendukung terciptanya pemerintah yang akuntabel (Good Governance). Bidang Energi terbarukan diperuntukan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia yang memahami energy terbarukan di Indonesia, dan bidang kajian Gametech diperuntukan untuk penyediaan sumber daya manusia yang menguasai teknologi khususnya mengarah ke edutaiment.

Bentuk Beasiswa Unggulan
Peserta program Beasiswa Unggulan yang lolos seleksi baik di perguruan tinggi penyelenggara maupun dari Sekretariat Beasiswa Unggulan akan menerima beasiswa dalam bentuk salah satu dan/atau kombinasi dari sebagai berikut :
a. Biaya hidup adalah beasiswa yang diterima untuk menbantuan biaya hidup pada saat mengikuti program pendidikan jenjang S1 atau yang sederajat,S2 dan S3.
b. Biaya pendidikan adalah beasiswa yang diterima untuk membantu sebagian atau membiayai seluruh biaya pendidikan pada saat mengikuti program pendidikan jenjang S1 atau yang sederajat, S2 dan S3.
c. Biaya buku adalah beasiswa yang diberikan kepada peserta beasiswa saat menempuh program pendidikan jenjang S1 atau yang sederajat, S2 dan S3.
d. Biaya penelitian adalah beasiswa yang diberikan kepada peserta saat menempuh program pendidikan jenjang S1 atau sederajat, S2 dan S3.
e. Biaya publikasi ilmiah adalah beasiswa yang diberikan kepada peserta saat menempuh program pendidikan jenjang S1atau yang sederajat, S2 dan S3.
f. Tunjangan prestasi adalah bantuan pendidikan bagi peserta yang lolos seleksi dan diterima berdasarkan prestasi yang diraih.
g. Tunjangan kreatifitas adalah bantuan pendidikan bagi peserta yang lolos seleksi dan diterima berdasarkan kreatifitas yang di capai.
h. Bantuan beasiswa bagi peneliti, penulis, pencipta, seniman, wartawan, olahragawan dan tokoh yang disalurkan melalui P3SWOT.
i. Biaya transportasi/tiket pesawat adalah bantuan tiket bagi peserta untuk melakukan kegiatan ke atau dari luar negeri.
j. Biaya asuransi kesehatan adalah bantuan kesehatan untuk mendukung kegiatan pendidikan selama di dalam dan luar negeri.
k. Biaya kedatangan dan kepulangan adalah bantuan pendidikan untuk mengikuti program orientasi dan pembekalan bagi peserta beasiswa.
l. Biaya tunjangan awal/akhir program adalah bantuan yang diberikan pada saat awal dan berakhirnya kegiatan pendidikan peserta beasiswa.
m. Biaya matrikulasi adalah bantuan yang diberikan apabila peserta beasiswa diwajibkan mengikuti kuliah matrikulasi pada program pendidikan yang diikuti
n. Biaya operasional dan biaya-biaya lainnya (untuk berlangganan internet, sewa komputer, dll).
Setiap peserta program Beasiswa Unggulan berhak menerima seluruh bentuk beasiswa yang di tawarkan tersebut di atas, namun syarat utama pelamar adalah sangat kompetitif sekali, walaupun hal itu sangat jarang terjadi dan hak tersebut juga sesuai program beasiswa yang diikuti

PERSYARATAN PROGRAM BEASISWA UNGGULAN
1. Sudah diterima di Perguruan Tinggi dengan melampirkan Letter of Acceptance
2. Surat Pernyataan sanggup mengikuti peraturan pada Program Beasiswa Unggulan
3. Mengisi data diri secara lengkap pada website Program Beasiswa Unggulan: http://www.beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id
4. Melampirkan proposal rencana usulan, tugas akhir/ Skripsi/ Tesis/ Disertasi
5. Syarat IPK & TOEFL untuk mengikuti seleksi:
S1: UAN > 7.25, IPK > 3.00, TOEFL 450
S2: IPK > 3.25, TOEFL 500
S3: IPK > 3.25, TOEFL 550
Isi pada form online dengan melampirkan scan Ijazah & Transkrip Nilai (untuk IPK & UAN) serta scan sertifikat TOEFL yang sudah dilegalisir.
*) Apabila calon pelamar tidak memiliki sertifikat TOEFL, dapat melampirkan sertifikat TOEIC, TOEFL IBT, IELTS, dll
6. Melampirkan Sertifikat penghargaan/ prestasi
7. Usia Pendaftar diprioritaskan:
a. DIV/ S1 tidak lebih dari 21 tahun
b. S2 tidak lebih dari 35 tahun
c. S3 tidak lebih dari 45 tahun
8. Melampirkan surat rekomendasi dari Instansi asal untuk mengikuti program Beasiswa Unggulan.
9. Membuat publikasi pada media masa nasional / Internasional (ISR).

Periode Beasiswa
Peserta program Beasiswa Unggulan selama menuntut ilmu baik di dalam negeri maupun luar negeri akan dibatasi waktu penerimaan beasiswanya. Hal ini dilakukan untuk memicu peserta program Beasiswa Unggulan dalam menyelesaikan studinya. Sebagai informasi awal, periode beasiswa yang diberikan terdiri dari:
1. Dari aspek pola pembelajaran yang dikembangkan, untuk program sarjana (S1) atau yang sederajat, peserta akan mendapatkan beasiswa (biaya pendidikan) selama maksimal 6-8 semester untuk biaya pendidikan. Sedangkan bagi yang mendapatkan biaya hidup akan diterima maksimal 36-48 bulan, kecuali untuk mahasiswa asing tertentu.
2. Dari aspek pola pembelajaran yang dikembangkan, untuk program Magister (S2), peserta akan menerima beasiswa (biaya pendidikan) selama maksimal 4 semester yang meliputi biaya pendidikan. Sedangkan biaya hidup maksimal akan diberikan selama 18 bulan, kecuali untuk mahasiswa asing tertentu.
3. Dari aspek pola pembelajaran untuk program Doktor (S3) selama maksimal 6 semester yang meliputi biaya pendidikan dan biaya hidup, kecuali untuk mahasiswa asing tertentu.
Sedangkan untuk melakukan proses pengajuan Beasiswa Unggulan dapat dilakukan mulai tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember pada tahun yang berjalan. Sedangkan proses pencairan dana beasiswanya mengikuti proses pencairan anggaran tahun berjalan. Adapun tutup tahun anggaran dilakukan pada tanggal 31 Desember tahun berjalan.



untuk informasi lebih lanjut



SEMOGA BERMANFAAT :)